Seminar Nasional UNIS: Generasi Muda Didorong Menjadi Pencipta Lapangan Kerja di Tengah Krisis Global

Pendidikan

TANGERANG, — Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik, disrupsi teknologi, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia. Di tengah situasi tersebut, generasi muda dinilai perlu bertransformasi menjadi pelaku usaha dan pemimpin yang adaptif, bukan hanya berorientasi sebagai pencari kerja.

Pesan itu mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Global: Membangun Entrepreneur Tangguh dan Kepemimpinan Bisnis” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) di Auditorium Gedung Muhammad Astary, Tangerang, Kamis (9/7/2026).

Seminar yang menghadirkan Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, Dip.RSL., M.Pd. sebagai keynote speaker tersebut diikuti ratusan mahasiswa, dosen, akademisi, dan praktisi. Tingginya antusiasme peserta membuat ruang auditorium dipenuhi hingga balkon.

Dalam forum tersebut, para pembicara menyoroti bahwa tantangan ekonomi saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan dipengaruhi dinamika global, mulai dari perang dagang, ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok dunia, hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Keynote speaker, Prof. Mustofa Kamil, menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan nilai tambah melalui kewirausahaan.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan,” menjadi salah satu gagasan yang mewarnai keseluruhan diskusi.

Seminar Nasional: “Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Global: Membangun Entrepreneur Tangguh dan Kepemimpinan Bisnis”

Beragam perspektif turut disampaikan para narasumber. Dr. Ir. H. Muhammad Yus Firdaus, M.Si. menekankan pentingnya penguatan sektor riil, inovasi, dan kolaborasi sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.

Sementara itu, ekonom Dr. H. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc., SH., M.Si. mengulas tantangan kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah perubahan tatanan ekonomi dunia. Ia mengajak peserta melihat persoalan ekonomi secara kritis sekaligus menekankan pentingnya keberanian dalam merumuskan arah pembangunan nasional.

Perspektif pembangunan daerah disampaikan Dr. H. Arief Rachadiono Wismansyah, B.Sc., M.Kes. Menurutnya, kepemimpinan yang inovatif dan penguatan ekosistem usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Adapun Prof. H. Armanu Thoyib, S.E., M.Sc., Ph.D. sebagai panelis menyoroti pentingnya kepemimpinan bisnis yang adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, pemimpin masa depan dituntut mampu membaca dinamika pasar, mengelola ketidakpastian, serta membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.

Berbeda dengan seminar yang umumnya berlangsung satu arah, forum ini berkembang menjadi diskusi interaktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai dampak AI terhadap dunia kerja, strategi menghadapi meningkatnya pengangguran, penguatan UMKM di era digital, hingga upaya menjaga daya saing ekonomi nasional.

Moderator: Sugeng Lubar Prastowo
Moderator: Sugeng Lubar Prastowo

Dinamika diskusi turut dipengaruhi peran moderator, Sugeng Lubar Prastowo, yang memandu jalannya forum secara komunikatif dan interaktif. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang menghubungkan pandangan antar narasumber, ia mampu memperdalam pembahasan sekaligus mendorong partisipasi aktif peserta.

Suasana diskusi menjadi semakin hidup ketika peserta tidak hanya menyampaikan pertanyaan, tetapi juga memberikan tanggapan dan pandangan kritis terhadap berbagai isu yang dibahas. Forum berlangsung dinamis dengan tetap menjaga suasana dialog yang konstruktif.

Ketua panitia berharap seminar ini dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan ekonomi global sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.

Seminar ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian penghargaan kepada para narasumber. Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIS menegaskan komitmennya menghadirkan ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan para pemikir, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk membahas berbagai isu strategis yang dihadapi bangsa.

Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, seminar ini menggarisbawahi satu pesan utama: ketahanan ekonomi Indonesia pada masa depan akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, berinovasi, berkolaborasi, dan berani menciptakan peluang usaha bagi masyarakat (Ladies Zahiya, 2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *